Selasa, 19 Maret 2019

Novel


Pengertian  Puisi


Secara etimologis, kata “novel” berasal dari bahasa Italy, yaitu “novella” yang artinya sebuah cerita, dan orang yang menuliskan cerita novel disebut sebagai novelis.

 Novel adalah suatu karya sastra berbentuk prosa naratif yang panjang, yang didalamnya terdapat rangkaian cerita kehidupan seorang tokoh dan orang-oran disekitarnya dengan menonjolkan sifat dan watak dari  setiap tokoh dalam novel tersebut.

Ada juga yang mengatakan novel adalah suatu karangan berbentuk prosa yang di dalamnya terdapat unsure ntrinsic dan dan unsure ekstrinsik. Tidak seperti cerita pendek, isi cerita sebuah novel lebih panjang dan kompleks, serta terdapat pesan terembunyi yang ingin disampaikan kepada pembacanya.

Menurut Drs. Jakob Sumardjo novel adalah suatu bentuk karya sastra yang sangat popular didunia, serta paling banyak beredar dan dicetak karena daya komunitasnya yang sangat kuat di dalam masyarakat.

Menurut Dr. Nurhadi novel adalah bentuk karya sastra yang didalamnya terdapat nilai-nilai sosial, budaya, moral, dan pendidikan.

Menurut  Scholes novel adalah sebuah cerita yang berkaitan dengan peristiwa nyata atau fiksional yang dibayangkan pengarang melalui pengamatannya terhadap realitas

Struktur Novel

  • Abstrak : ringkasan inti dari sebuah novel sebagai gambar awal. Unsur ini bersifat opsional, bias digunakan dan bias juga tidak.
  • Orientasi : segala hal yang berkaitan dengan suasana, waktu, dan tempat yang terdapat dicerita dalam novel.
  • Komplikasi : urutan beberapa kejadian yang digabungkan berdasarkan sebab-akibat.
  •  Evaluasi : struktur konflik yang terdapat pada novel dimana konflik yang  terjadi mengarah ke suatu titik tertentu.
  •  Resolusi : bagian dimana terdapat solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh tokoh utama dalam novel.
  •  Koda : bagian akhir suatu novel dimana di dalamnya biasanya terdapat pesan atau nilai moral yang ingin disampaikan kepada pembaca.

Unsur-Unsur Novel

1. Unsur Intrinsik


Unsur Intrinsik novel adalah semua unsur pembentuk novel yang berasal dari dalam novel itu sendiri.
Contoh unsur intrinsik novel diantaranya :

  • Tema : gagasan utama yang ingin disampaikan di dalam novel.
  • Alur : jalan cerita yang ada di dalam novel berupa rangkaian-rangkaian peristiwa.
  • Latar : gambar tentang peristiwa yang terjadi di dalam novel yang berhubungan dengan waktu, tempat, dan suasana.
  • Tokoh : para pelaku yang berada di dalam novel.
  • Penokohan : pemberian watak atau sifat tokoh di dalam novel. Misalnya melalui ciri fisik, tempat tinggal, dan cara bertindak.
  • Gaya Bahasa : cara pengarang dalam menyampaikan cerita di dalam novel. Misalnya menggunakan majas atau diksi tertentu.
  • Amanat : pesan moral yang terdapat di sebuah novel.






2. Unsur Ekstrinsik


Unsur Ekstrinsik novel adalah semua unsur pembentuk novel yang berasal dari luar.
Contoh unsur ekstrinsik novel diantaranya :

  • Latar belakang pengarang : semua hal yang terkait dengan pemahaman dan motivasi pengarang novel dalam membuat karyanya.

Misalnya : biografi, kondisi psikologis, aliran sastra.
  • Latar belakang masyarakat : segala hal di masyarakat yang mempengaruhi alur cerita pada novel.

Misalnya : kondisi sosial, politik, ekonomi, dan ideologi.
  • Nilai yang terdapat pada novel : nilai-nilai yang terkandung pada sebua novel.

Misalnya : nilai budaya, moral, sosial, agama.

Sabtu, 16 Maret 2019

Puisi


Pengertian Puisi

Pengertian Puisi jika dilihat secara etimologi adalah:
Perkataan “puisi” berasal dari bahasa Yunani, yang juga dalam bahasa Latin “poietes” (Latin “poeta”). Asal kata poieo atau poeo yang artinya membangun, menyebabkan menimbulkan penyair. Lama-kelamaan arti ini diperkecil menjadi hasil seni sastra.

Menurut Pradopo puisi merupakan rekaman serta interpretasi dari pengalaman penting manusia yang kemudia digubah menjadi wujud berkesan.

Menurut Suhendar puisi adalah salah satu cabang dasar sastra yang menggunakan kata-kata sebagai media penyampaian untuk membuahkan ilusi dan imajinasi.

Menurut Emerson puisi adalah mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata yang sedikit mungkin.

Menurut H.B. Jassin puisi adalah pengucapan dengan perasaan. Jadi karya puisi yang ditulis oleh seorang penyair itu merupakan sebuah ucapan penyair yang datang dari perasaannya kemudian tertulis dalam puisinya.

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang disusun Poerwadarminta mengatakan bahwa pada dasarnya puisi adalah karangan kesusastraan yang berbentuk sajak (syair,pantun,dsb).

Berdasarkan pengertian puisi tersebut dapat disimpulkan bahwa puisi adalah salah satu bentuk 
karya sastra yang menggunakan kata-kata sebagai medianya yang menekankan pada unsur perasaan sebagai hasil penghayatan kehidupan manusia totalitas yang dipantulkan oleh penciptanya dengan segala pribadinya, pikirannya, perasaannya, dll.

Jenis-Jenis Puisi

Puisi terbagi menjadi 2 jenis yaitu Puisi Lama dan Puisi Baru.

Puisi Lama adalah jenis puisi yang masih terkait erat dengan kaidah dan aturan-aturan penulisan yang berlaku seperti berikut :

  • ·  Jumlah kata yang terdapat satu baris
  • ·  Jumlah baris kalimat yang terdapat dalam satu bait
  • · Sajak atau rima
  • · Banyaknya suku kata
  • · Penggunaan irama

Jenis-jenis puisi lama :
  • ·Syair : puisi atau karya sastra dari arab yang memiliki sajak a-a-a-a. Biasanya syair menceritakan sebuah kisah dan didalamnya akan terkandung amanat.
  • ·Karmina : pantun yang sangat pendek atau biasa disebut dengan pantun kilat.
  • ·Gurindam : puisi yang hanya terdapat dua baris kalimat saja dalam setiap baitnya, memiliki sajak a-a-a-a dan memiliki nasehat atau amanat.
2). Puisi Baru adalah jenis puisi yang tidak terikat oleh aturan yang memiliki bentuk lebih bebas dari puisi lama dalam segala hal sepertima rima, baris, bait, diksi, dll.

Jenis-jenis puisi baru dalam isinya :
  • ·Balada : puisi yang berisi tentang sebuah cerita atau kisah.
  • ·Romansa : puisi yang mengungkapkan perasaan yang umumnya menimbukan efek romantisme.
  • ·Elegi : puisi yang mengungkapkan kesedihan dan tangisan berupa ratapan diri sendiri, atau meratapi suatu peristiwa.
  • ·Himne : puisi pujianatau pujaan yang ditujukan kepada Tuhan, Negara, atau sesuatu yang dianggap begitu penting dan sakral.
  • ·Epigram : puisi yang berisi tuntunan atau ajaran hidup.

Jenis-jenis puisi baru dalam bentuknya :
  • ·Distikon : puisi yang hanya terdapat dua baris saja pada setiap baitnya atau sering disebut puisi dua seuntai.
  • ·Terzina : adalah puisi yang memiliki tiga baris dalam setiap baitnya atau sering disebut puisi tiga seuntai.
  • ·Kuatrain : puisi yang terdapat empat baris kalimat disetiap baitnya atau disebut puisi empat seuntai.
  • ·Kuint : puisi yang memiliki lima baris kalimat dalam setiap baitnya atau disebut puisi lima seuntai.
  • ·Sektet : puisi yang memiliki enam baris kalimat disetiap baitnya atau disebut puisi enam seuntai.
  • ·Septime : puisi yang memiliki tujuh kalimat disetiap baitnya atau disebut puisi tujuh seuntai.
  • ·Oktaf : puisi yang memiliki delapan baris kalimat disetiap baitnya atau disebut dengan puisi delapan seuntai
  • ·Soneta : Soneta merupakan puisi paling terkenal dikalangan penyair karena terkesan susah untuk diciptakan dan merupakan sebuah tantangan bagi seorang penyair. Soneta sendiri merupakan jenis puisi baru yang memiliki empat belas baris kalimat yang terbagi menjadi empat bait dimana dua bait pertama mengandung empat baris dan dua baris terakhir mengandung tiga baris.


Unsur-Unsur Puisi

Pada umumnya unsur-unsur puisi dapat dibagi berdasarkan strukturnya menjadi 2 jenis yakni Struktur Fisik dan Struktur Batin.

1)      Struktur Fisik Puisi :

· Tipografi : merupakan bentuk puisi yang dipenuhi dengan kata, tepi kiri kanan, dan tidak memiliki pengaturan baris hingga pada baris puisi yang tidak selalu diawali huruf besar(kapital) dan diakhiri dengan tanda titik. Namun hal semacam ini dapat menentukan pemaknaan dari suatu puisi.
· Diksi : merupakan pemilihan kata yang digunakan oleh sang penyair didalam puisinya. Karena puisi bersifat memiliki bahasa yang padat maka pemilihan kata yang sesuai dan mengandung makna harus dilakukan. Pemilihan kata dilakukan dengan mempertimbangkan irama, nada, dan estetika(keindahan bahasa).
· Imajinasi : merupakan  unsure yang melibatkan penggunaan indra manusia, seperti imajinasi penglihatan, suara, dsb. Penggunaan imajinasi bertujuan agar pembaca maupun pendengar dapat berimajinasi atau membayangkan bahkan merasakan apa yang dirasakan oleh penyair.
· Kata konkret : adalah kata yang memungkinkan terjadinya imajinasi, kata konkret seperti permata senjata dapat berarrti pantai atau tempat yang sesuai untuk melihat datangnya senja. Kata konkret bersifat imajinatif sehingga memunculkan imajinasi.
· Gaya bahasa : merupakan pengunaan bahasa yang bersifat seolah-olah menghidupkan dan menimbulkan makna konotasi dengan menggunakan bahasa figuratife. Umumnya gaya bahasa yang digunakan pada puisi berbentuk majas metafora, simile, anafora, paradoks, dll.
· Irama/Rima : adalah persamaan bunyi diawal, tengah maupun akhir puisi.


2)      Struktur Batin Puisi :

  • Tema : merupakan unsur utama pada puisi karena tema berkaitan erat dengan makna yang dihasilkan dari suatu puisi. Tanpa tema yang jelas tentunya akan menghasilkan puisi yang tidak jelas maknanya.
  •  Nada : berkaitan dengan sika penyair terhadap pembacanya. Umumnya nada yang digunakan akan bervariasi seperti nada sombong, nada tinggi, nada rendah, dsb.
  •  Amanat : merupakan pesan yang terkandung didalam sebuah puisi. Amanat dapat ditemukan dengan memaknai puisi tersebut secara langsung.

Contoh Puisi :
Selalu ada yang tak di ceritakan langit kepada hujan.
Entah pagi bersambut kabut, atau mendung yang bikin murung.
Aku pernah mengagumi senja lebih dari segalanya, saat ini, aku lebih mengagumi aksara yang tertera melebihi warna jingga. Kepada senja yang menyisakan tanya. Mencintaimu, haruskah ku menjadi malam?
yang diam-diam sanggup membuat mu bangga terpejam.
Tolong beritahu malam bahwa rinduku semakin tenggelam.
Haruskah ku menjadi seorang puitis? yang merakit kata-kata agar menjadi padu.
Yang dalam artinya, agar membuat lelah luka hatimu.
Meski akhirnya ku akan terbenam.

Selasa, 12 Maret 2019

Sastra

Sastra merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta sastra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", kata awal dasar sas- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.

Istilah sastra dan sastrawi:

Sastra lebih mengacu sesuai defenisinya sebagai sekadar teks.

Sastrawi lebih mengarah pada sastra yang kental nuansa puitis atau abstraknya. Istilah sastrawan adalah salah satu contohnya, diartikan sebagai orang yang menggeluti sastrawi, bukan sastra.
Selain itu dalam arti kesusastraan, sastra bisa dibagi menjadi sastra tertulis atau sastra lisan (sastra oral). Di sini sastra tidak banyak berhubungan dengan tulisan, tetapi dengan bahasa yang dijadikan wahana untuk mengekspresikan pengalaman atau pemikiran tertentu.
Biasanya kesusastraan dibagi menurut daerah geografis atau bahasa.
Jadi, yang termasuk dalam kategori Sastra adalah:

  •  Novel
  •  Cerita/cerpen (tertulis/lisan)
  •  Syair
  •  Pantun
  •  Sandiwara/drama
  •  Lukisan/kaligrafi

Karya Sastra


Karya sastra adalah ciptaan yang disampaikan dengan komunikatif tentang maksud penulis untuk tujuan estetika. Karya-karya ini sering menceritakan sebuah kisah, dalam sudut pandang orang ketiga maupun orang pertama, dengan plot dan melalui penggunaan berbagai perangkat sastra yang terkait dengan waktu mereka.


Jenis Karya Sastra

Karya sastra dikenal dalam dua bentuk, yaitu fiksi dan nonfiksi. Jenis karya sastra fiksi adalah prosa, puisi, dan drama. Sedangkan contoh karya sastra non fiksi adalah biografi, autobiografi, esai, dan kritik sastra. Menurut Suroto, roman terbentuk atas pengembangan seluruh segi kehidupan pelaku dalam cerita tersebut.

Fungsi

Ada beberapa fungsi karya sastra, salah satunya disampaikan oleh Sapardi Djoko Damono yaitu untuk mengkomunikasikan ide dan menyalurkan pikiran serta perasaan estetis manusia pembuatnya. Ide itu disampaikan lewat amanat yang pada umumnya ada pada sastra. Selain ide, dalam sastra terdapat juga deskripsi berbagai peristiwa, gambaran psikologis, dan berbagai dinamika penyelesaian masalah. Hal ini dapat menjadi sumber pemikiran dan inspirasi bagi pembacanya. Konflik-konflik dan tragedi yang digambarkan dalam karya sastra memberikan kesadaran pada pembaca bahwa hal itu dapat terjadi dalam kehidupan nyata dan dialami langsung oleh pembaca. Kesadarannya itu membentuk semacam kesiapan dalam diri untuk menghadapi kondisi sosial yang terjadi di masyarakat. Sastra juga berguna bagi para pembacanya sebagai media hiburan.